PERTEMUAN SIMULASI SISTEM PELAPORAN SURVEILANS PENYAKIT BERPOTENSI KLB PADA ASIAN GAMES XVIII TAHUN 2018

Jakarta, 26 – 27 Juli 2018

1. Latar belakang
Pesta akbar olah raga di wilayah Asia, Asian Games ke-18 akan digelar Agustus mendatang. Kegiatan ini akan mempertandingkan 40 cabang olah raga, 462 pertandingan dan melibatkan sekitar 35.000 atlet, official dan tenaga sukarela dari 45 negara.”Asian Games adalah pesta yang besar. Bukan hanya puluhan ribu atlet dan official staff namun juga penonton yang juga akan datang ke Indonesia,” tutur Untung.
Berkaitan dengan penyelenggaraan pesta akbar olah raga Asian Games, maka bukan hanya dari sisi kesiapan sarana dan prasarana pengobatan saja untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan, namun juga diperlukan penguatan deteksi dini dan respon terhadap potensi risiko ancaman penyakit yang dapat menimbulkan kejadian luar biasa Hal ini didasarkan atas pemikiran, bahwa sektor kesehatan merupakan sesuatu hal yang sangat luas dan penting dalam menyukseskan Asian Games 2018.
Menjelang Asian Games di dalam negeri telah dibentuk kepanitiaan nasional. Fokus layanan kesehatan dalam masa persiapan dan pelaksanaan meliputi pemberian layanan kesehatan berupa pengobatan dan deteksi maupun antisipasi potensi risiko ancaman kesehatan berupa kemungkinan terjadinya serangan penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri dibawa ke negara kita. Masalah kesehatan memang tidak mudah, bukan hanya sekedar pelayanan pengobatan saja, tetapi lebih ke arah mencegah potensi risiko, sehingga kita membutuhkan dan perlu mempersiapkan secara matang surveilans sistem kewaspadaan dini dan respon kejadian luar biasa berkaitan dengan penyelenggaraan pesta olah ragai Asian Gemes 2018.
Asian Games merupakan national event yang besar bagi Indonesia, sehingga seluruh warga negara Indonesia akan berupaya keras untuk menyukseskannya, begitu pula dengan kesiapan dari sisi kesehatan. Keberhasilan penyelenggaraan Asian Games akan membuktikan kepada seluruh dunia, bahwa Indonesia aman dari sisi kesehatan.
2. Dasar Hukum
• Surat undangan dari Direktur Surkakes, No : SR.01.01/1/1040/2018 perihal Simulasi Sistem Pelaporan Surveilan Penyakit Potensial KLB pada Asian Games XVIII Tahun 2018.
• Surat tugas No : UM.01.05/2/3028.7/2018.
3. Tujuan
Melakukan simulasi sistem pelaporan surveilan penyekit potensial KLB pada Asian Games XVIII Tahun 2018..
4. Waktu dan Tempat
Tanggal 26 s/d 27 Mei 2018 di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan.
5. Peserta Pertemuan
• BBTKLPP Jakarta
• KKP Kelas I Soekarno Hatta
• KKP Kelas I Tanjung Priok
• KKP Kelas II Bandung
• KKP Kelas II Palembang
• KKP Kelas II Banten
• BTKLPP Palembang
• Subdit. Vektor dan BPP
• Subdit. PIE
• Subdit. Hepatitis
• Subdit. Arbovirosis
• Subdit. Surveilan

6. Hasil Pertemuan
• Pertemuan diawali dengan pemaparan dengan topik mekanisme dan format pelaporan surveilan (Revuew sistem surveilans penyakit potensial KLB dan Wabah)pada Asian Games XVIII Tahun 2018 disampaikan oleh Bapak Abdurahman..
Pada sesi tersebut disampaikan bahwa BBTKLPP Jakarta berperan sebagai tim TGC Pusat dan bertugas memantau perkembangan 13 penyakit potensial wabah melalui website SKDR dan melakukan investigasi (penyelidikan epidemiologi) apabila ada potensi terjadinya KLB. BBPTKLPP Jakarta dapat memantau (mengakses) web SKDR.
• Sesi berikutnya adalah pembukaan. Pertemuen dibuka oleh Direktur Surkarkes
Dalam arahannya disampaikan bahwa variabel yang termuat dalam sistem kewaspadaan dini dan respon KLB pada Asian Games diidentifikasi berdasarkan jenis penyakit yang berasal dari negara-negara peserta. Ada 13 jenis penyakit yang telah teridentifikasi memiliki potensi menimbulkan KLB/wabah, namun demikian Direktur Surkarkes berpesan agar diberikan ruang (variabel) tambahan misalkan untuk vektor, makanan, minuman, dan lingkungan agar bisa dilaporkan juga. BBTKLPP Jakarta diminta untuk melaporkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang telah diambil termasuk laporan hasil pemantauan faktor risiko yang telah dilakukan oleh BBTKLPP Jakarta.
• Selanjutnya adalah review aplikasi surveilan berbasis elektronik.
Review yang disampaikan meliputi :
 SKDR Asian Games
 Akses SKDR Asian Games
 Alur data dan komunikasi
 Validasi Data
 Analisa Data

• Sesi hari pertama diakhiri dengan kegiatan simulasi entry data pelaporan dari rumah sakit rujukan melalui website SKDR..
Mekanisme pelaporan sebagai berikut :
1) Petugas rumah sakit rujukan melakukan entri data rumor penyakit di Website SKDR Asian Games.
 Aplikasi SKDR >> Menu Event Capture >> Program : Formulir Surveilans Berbasis Kejadian (EBS)
 Melengkapi Formulir Kasus Penyakit Potensial Wabah
 Aplikasi SKDR >> Menu Event Capture >> Program : Formulir Kasus Penyakit Potensial Wabah.
 Jika tidak ada penyakit yang dilaporkan, petugas melaporkan Zero Report pada pilihan Rumor Penyakit yang dilaporkan.

2) Petugas mengambil data sesuai dengan jenis Penyakit Potensial Wabah SKDR Asian Games 2018 di command center (petugas pusat dan provinsi DKI)
3) Petugas PHEOC dan Provinsi DKI melakukan entri data.
 Aplikasi SKDR >> Menu Data Entry >> Data set : Laporan Harian SKDR Asian Games 2018
4) Analisa dan verifikasi (petugas PHEOC dan petugas provinsi DKI, Jabar, Sumsel, Banten)
 Periksa Tabel Jumlah Rumor Penyakit dilaporkan dengan Kelengkapan dan Ketepatan Laporan
 Periksa Line List Rumor EBS kolom penyakit dilaporkan, Jumlah Kasus dengan Kematian
 Periksa Jumlah titik yang tampil dipeta dengan Jumlah Rumor Penyakit yang dilaporkan

5) Jika ditemukan adanya peningkatan kasus atau indikasi KLB maka petugas provinsi dan PHEOC melakukan verifikasi ke sumber informasi dan mengkoordinasikan dengan INASGOC.
 Menuliskan update hasil verifikasi di Formulir Surveilans Berbasis Kejadian (EBS) aplikasi SKDR Asian Games kolom Tindakan yang sudah dilakukan dengan format :
Tanggal Update : (dd/mm/yyyy) jam [format 24 jam, C/ 15:00]
[Paragaph Update Situasi]
6) Membuat laporan harian (info grafis/ word) (petugas pheoc) dan melaporkan pada pimpinan
Pemain Peran :
 Pusat : Subdit. Surveilan/PHEOC
 Dinas Kesehatan : DKI Jakarta
 Surveilan RS : seluruh RS
 Analisa data dan verifikasi : Listy

• Hari kedua dilakukan Sesi kedua kegiatan berupa simulasi pelaporan melalui telpon dari rumah sakit rujukan kepada Dinas Kesehatan dan PHEOC
Skenario : RS rujukan menerima pasien yang merupakan official negara tertenyu, rujukan medical center atlet village dengan gejala demem tinggi, mual, muntah dan hasil lab menunjukkan tanda – tanda demam berdarah.
Pemain Peran :
 Rumah Sakit Rujukan : RSPI
 PHEOC
 Dinas Kesehatan : DKI Jakarta
 TGC Pusat : PHEOC, Suibdit Arbovirosis, BBTKLPP Jakarta
 TGC Provinsi : DKI Jakarta
 Penyusun laporan : Listy

• Pertemuan ditutup oleh Kasubdit Surveilans.
7. Kesimpulan.
• Pelaporan dilakukan melalui website SKDR
• Entry data dilakukan oleh surveilan RS
• Pelaporan melalui telpon dari RS rujukan ke Dinas Kesehatan (diteruskan ke PHEOC) atau PHEOC.
• BBTKLPP Jakarta berperan sebagai tim TGC Pusat dan bertugas memantau perkembangan 13 penyakit potensial wabah melalui website SKDR dan melakukan investigasi (penyelidikan epidemiologi) apabila ada potensi terjadinya KLBl
• BBTKLPP Jakarta diminta melaporkan hasil pemeriksaan lab terkait dengan pengambilan sampel yang telah dilakukan.
• Semua informasi adalah menjadi rahasia negara sehingga tidak boleh diekspose keluar,
• Publikasi hanya dilakukan oleh Kementerian Kesehatan
• Segala bentuk informasi tidak boleh disampeikan melalui medsos.

8. Rencana Tindak Lanjut.
• Penyelenggaraan surveilans Asian Games dilaksanakan mulai tanggal 10 Agustus – 10 September 2018
• Rumah sakit rujukan menunjuk penanggungjawab yang dapat dihubungi selama 24/7 untuk menjadi penanggungjawab surveilans Asian Games yang berperan dalam melaporkan pasien yang dirujuk dengan dugaan penyakit infeksi emerging dan potensial KLB (sesuai list).
• Sistem verifikasi dan pelaporan kasus hanya boleh dilakukan melalui telpon dan sistem SKDR Asian Games, tidak dilakukan melalui media sosial seperti WhatsApp dan lain-lain.
• Rumah sakit rujukan segera mengidentifikasi ketersediaan RDT (Rapid Diagnostic Test) Malaria dan DBD serta RDT penyakit lainnya yang dimiliki seperti Leptospirosis, Chikungunya dan berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi untuk memenuhi ketersediaannya.
• Rumah sakit rujukan memastikan bahwa Tim Gerak Cepat (TGC) telah terbentuk
• Membentuk WhatsApp Group untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi
• Tes pelaporan zero report melalui system SKDR Asian Games dilaksanakan Selasa, 7 Agustus 2018
• Untuk memantapkan petugas KKP dalam mekanisme deteksi dan respon di pintu masuk negara, maka Subdit Karantina Kesehatan memfasilitasi koordinasi antara KKP dengan INASGOC dan INAPGOC.
• Tim Gerak Cepat di semua level (Kabupaten, Kota, Provinsi, RS Rujukan, KKP dan BTKL) menyampaikan daftar nama tim beserta surat penugasan dari pimpinan instansi masing-masing yang di siagakan selama penyelenggaraan Asian Games untuk disampaikan ke PHEOC.