Anda Memasuki Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani .:: || ::.

Penyusunan SOP Laboratorium Konfirmasi Penyakit

  1. Pendahuluan
  2. Latar Belakang

Laboratorium kesehatan merupakan salah satu jenis fasilitas pelayanan kesehatan yang melaksanakan pengukuran, penetapan, pengujian dan rekomendasi terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, kondisi kesehatan, atau factor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat (Permenkes No. 298 Th 2008).

Laboratorium kesehatan memiliki risiko yang cukup tinggi terkait paparan bahan biologis, kimia, radiasi dan berpotensi terjadinya kontaminasi atas bahan-bahan biologis, sehingga perlu dilakukan pencegahan dan pengendalian penyakit dengan menerapkan praktek laboratorium yang baik. Maka seluruh penyelenggaraan laboratorium harus memprioritaskan keselamatan dan menjamin keamanan bagi personil yang bekerja di dalamnya, media pemeriksaan yang digunakan, bahan toksin/biologis yang dihasilkan, dan masyarakat sebagai pengguna serta lingkungan sekitarnya.

Guna tercapainya tujuan tersebut, maka perlu dilakukan penyusunan Standard Operation Prosedur (SOP) laboratorium konfirmasi penyakit, sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan laboratorium dan bahan persiapan persyaratan mutu dan kompetensi laboratorium medik sesuai ISO/IEC 15189:2012.

  1. Maksud danTujuan

Maksud kegiatan penyusunan SOP laboratorium Penyakit adalah sebagai acuan bagi petugas dalam melakukan pemeriksaan specimen sehingga hasil yang diperoleh valid dan tertelusur.

Kegiatan ini bertujuan untuk

  • Membuat SOP terkait pemerikasaan parameter di laboratorium Biomolekuler dan immunoserologi, Mikro, Parasit, PTM, dan Entomologi dari sampel humen, vektor dan lingkungan.
  • Memperbaiki SHU specimen hasil kegiatan dari laboratorium faktor risiko dan penyakit sesuai tata naska dinas.

 

  1. Target/ Sasaran

Target/ sasaran yang ingin dicapai dalam  penyusunan SOP Laboratorium konfirmasi penyakit adalah penerapan SOP secara benar oleh personil terkait di laboratorium, sehingga hasil pemeriksaan benar-benar valid.

 

  1. Kegiatan yang dilaksanakan
  2. Pelaksana Kegiatan

Melakukan Penyusunan dan pembahasan SOP Laboratorium Penyakit serta perbaikan SHU sesuai tata naskah dinas.

  1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Rapat Penyusunan dan pembahasan SOP Laboratorium Penyakit serta perbaikan SHU sesuai tata naskah dinas dilakukan tanggal 27-28 Februari 2018 bertempat di BBTKLPP Jakarta.

  1. RINGKASAN KEGIATAN (Notulen)
  2. Paparan rencana kegiatan dan penjelasan aturan tata naskah dinas oleh Kepala seksi TL
  3. Inventarisasi SOP yang sudah dan belum ada di Laboratorium
  4. Entomologi
  • Untuk SOP alat dan SOP Pemeriksaan sudah ada, namun SOP yang dibuat hanya alat yang digunakan saja, diharapkan Lab membuat SOP dengan metode/ alat lain jika memungkinkan.
  • SOP untuk alat pengendalian larva belum dibuat karena alat tersebut tidak pernah dipakai
  • Terdapat 2 Mesin spray can untuk hama tanaman/ sawah yang belum digunakan juga. Alat ini hanya dapat digunakan untuk outdoor karena tidak aman jika digunakan di indoor.

 

  1. Mikrobiologi
  • Sebagian besar SOP alat dan SOP Pemeriksaan sudah ada, hanya untuk alat Rotator dan vortex yang belum ada SOP. Untuk SOP Mikroskop masih dibuat dalam satu SOP secara umum meskipun Lab mempunyai beberapa macam mikroskop.
  • Washer untuk elisa tidak dapat digunakan (diskontinyu)

 

  1. Biomol
  • Sebagian besar SOP alat dan SOP Pemeriksaan sudah ada, hanya untuk automatic Extractor belum karena tidak digunakan. Pada awal pengembangan lab hampir semua Reagen untuk pemeriksaan di drop oleh pusat dan reagen tersebut digunakan untuk ekstraksi manual bukan otomatis sehingga alat automatic extractor tidak digunakan. Pemakaian metode manual berlanjut hingga saat ini. .

 

  1. KONTROL MUTU

Control mutu pada pemeriksaan wajib adanya, sehingga harus ada IK dan kontrol positif dan negatifnya, jika IK sudah ada namun kontrol belum ada segara sampaikan pada bidang PTL. Diharapkan masing masing lab segera menginventarisir kontrol mutu yang dimiliki dan yang dibutuhkan namun belum tersedia.

 

  1. Entomologi

kontrol mutu untuk laboratorium Entomologi sulit untuk identifikasi sampel sebab yang dilihat oleh masing- masing orang berbeda, identifikasi ini hanya dibandingkan dengan buku. Preparat tidak memungkinkan untuk dibuat karena tidak bertahan lama. Identifikasi dilakukan sampai bagian terkecil sedangkan bagian ini mudah rusak sehingga kemungkinan tidak dapat teridentifikasi dengan baik. Untuk larvasida kontrol mutu yang digunakan memakai deret standar yang dibuat sendiri.

  1. Mikrobiologi
  • Kontrol positif untuk Salmonella SP ada namun sudah Expired date, perlu dadakan lagi.
  • Kontrol positif untuk difteri berasal dari Badan Litbang dengan jenis bakteri C.Difteri mitis , C. Difteri grafis
  • Kontrol untuk pemeriksaan yang lain belum tersedia. Untuk Ecoli sulit untuk reagen serologinya sehingga identifikasi hanya melalui media selektif saja,yang mengakibatkan tidak bisa mengeluarkan hasil. Kontrol positif ada di Lab Biologi. Diharapkan Lab mencoba menggali lagi untuk pemeriksaan serologi Ecoli mnggunakan metode yang lain./ mencari alternatif reagen lain.
  • Untuk Lepto, Filariasis dan TAS dilakukan pemeriksaan menggunakan RDT, namun semuanya belum memiliki kontrol positif.

NOTE: jika terdapat hasil positif didarah (pemeriksaan PCR dapat digunakan sebagai kontrol/ crosscheck).

 

  1. Biomol

Control positif untuk pemeriksaan leptospira secara real time dan konvensional sudah ada, namun control positif untuk malaria sangat terbatas.

 

  1. PTM

Kontrol mutu yang sudah dilakukan oleh PTM yaitu dengan menggunakan chip dari reagen yang sudah ada. Tidak ada standar lain yang diteraokan.

 

  1. KENDALI SAMPEL/ Independensi
  2. Untuk ento dan PTM tidak memungkinkan melewati pelayanan, SOP dibuat oleh BU Linda dan Bu Marisa
  3. Untuk Mikro dan Biomol memungkinkan sehingga sampel dapat melewati pelayanan. Untuk SOP dibuat oleh Bu Sari dan Bu Arifah

 

  1. PENGAMAN LAB dan SAMPEL
  • Harus ada kesepakatan batas penyimpanan sampel.
  • SOP untuk pemusnahan Biomol dan Mikro sudah ada

NOTE: Kulkas PTM boleh digunakan oleh Lab Mikro sebagai penyimpanan sampel.

 

  1. TATA NASKAH SERTIFIKAT
  2. Huruf yang digunakan Arial Ukuran 11 atau 12 dan spasi 1 (satu) sampai 1,5 (satu setengah)
  3. Margin

Atas               : 2 spasi dibawah kop jika kertas berkop

2 cm jika kertas tanpa kop

Bawah          : 2,5 cm

Kiri                 : 3 cm

Kanan          : 2 cm

  1. Harus ada paraf dari mulai pengerjaan, pengoreksi hasil dan pengetikan
  2. Judul atas

Pengujian    : Laporan Hasil

Kalibrasi       : Sertifikat Kalibrasi

NOTE: Harus ada revisi pada FORMAT