Konsultasi teknis dalam rangka pengembangan metoda uji diphteri secara PCR di Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Jakarta

Konsultasi teknis dalam rangka pengembangan metoda uji diphteri secara PCR di Puslitbang  Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Jakarta.

Point-point hasil konsultasi teknis sebagai berikut:

  1. Pasangan primer yang digunakan pada pemeriksaan PCR Diphteri : tox 1 & tox 2.
  2. Primer tersebut mengidentifikasi C.Diphteriae & C.Ulcerans toksigenik.
  3. Pak Kambang menyarankan untuk uji toksigenitas dengan menggunakan PCR saja walaupun persentase PCR menangkap C.Diphteriae toksigenik tidak 100% (95-98 %).
  4. Algoritma pemeriksan C.Diphteriae menurut WHO : Pengambilan sampel >Kultur > Uji toksigenitas ( bias menggunakan PCR atau Elek tes).
  5. Apabila hasil pemeriksaan kultur (+) dan PCR (-) >>> harus ulang PCR,namun apabila kultur (-) dan PCR (+) >>> hasil Valid.
  6. Litbang terbuka terkait dengan pemeriksaan kultur C.Diphteriae.
  7. Untuk menangani kasus Diphteri tidak perlu menunggu hasil laboratorium karena gejala klinis sudah harus dilakukan pengobatan,hasil laboratorium hanya sebagai konfirmasi.
  8. Untuk keberhasilan pemeriksaan kultur Diphteriae,70 % sangat dipengaruhi saat pengambilan sampel swab.
  9. Untuk pemeriksaan C.Diphteri toksigenik dengan uji Elek tes ADS yang digunakan  400-600 IU sedangkan ADS yang ada dipasaran 20000IU maka perlu dilakukan pengenceran dengan pakai rumus V1.N1=V2.N2.

Demikian laporan tersebut saya sampaikan,atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

Yang melaporkan

 

Lenni Simanullang,SKM

Dyah Retnosari,S.Si