Kajian Penemuan Kasus dan Pemantauan Pengobatan TB di Tempat Khusus di Kabupaten Bogor

Tanggal Pelaksanaan : 2 – 5 Mei  2018

Kegiatan Penemuan Kasus dan Pemantauan Pengobatan TB dilaksanakan di tiga Pondok Pesantren yang terpilih secara acak dari 209 Pondok Pesantren di wilayah Puskesmas Leuwiliang, Puskesmas Parung dan Puskesmas Ciomas. Dilakukan skrining kasus TBC dengan anamnesa terstruktur gejala-gejala TBC dan pemeriksaan fisik, suspek TBC yang ditemukan dilakukan pengambilan sputum pagi dan sewaktu untuk pemeriksaan mikroskopis dan kultur.  Wawancara pengetahuan dan observasi perilaku juga dilakukan pada responden yang terpilih acak dengan menggunakan kuesioner. Penilaian kualitas faktor risiko lingkungan dilakukan dengan inspeksi dan observasi jenis lantai, jenis dinding, ventilasi rumah dan adanya atap tembus cahaya masuk rumah, kepadatan hunian rumah maupun kamar penderita. Pengukuran sampel kualitas udara di ruang/kamar tidur penderita atau ruang tempat suspek kasus TB paling sering beraktifitas : suhu, kelembaban, pencahayaan, PM 2,5, dan angka kuman (CFU).

Sebanyak 2.322 santri diskrining dan ditemukan 127 suspek TBC, dengan total sampel sputum 247 pot; Sebanyak 298 responden yang terpilih acak mengisi kuesioner pengetahuan dan perilaku; observasi dan pengukuran faktor risiko lingkungan dilakukan di 23(dua puluh tiga) kamar santri dan 2 (dua) mesjid (mendeteksi dan menemukan kasus TBC Paru serta gambaran faktor-faktor risiko TBC paru di tempat khusus (Pondok Pesantren) pada kelompok usia 15-24 tahun di Kab. Bogor tahun 2018 mesjid yang digunakan sebagai tempat tidur santri).