Kajian Faktor Risiko Penyakit Leptospirosis dengan Survei Rodent di Kecamatan Gembong, Kabupaten Tangerang, Prov. Banten

Tanggal Pelaksanaan : 21 – 25 Mei 2018

Dilakukan di dua desa (Desa Tobat dan Desa Gembong) Kecamatan Gembong Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Pemilihan desa tersebut berdasarkan terdeteksinya kasus Leptospirosis pada kasus manusia melalui Sistem Surveilans Sentinel Leptospirosis di Kab.Tangerang yang dilakukan BBTKLPP Jakarta sejak tahun 2017. Masing-masing desa dilakukan pemasangan perangkap tikus dan wawancara terhadap 25 responden di sekitar rumah kasus Leptospirosis. Penangkapan tikus yang dilakukan selama 3 (tiga) malam berturut – turut, dilakukan identifikasi spesies dan bedah tikus untuk pengambilan sampel darah tikus, urin dan organ, serta diambil juga sampel lingkungannya untuk dilakukan pemeriksaan adanya Leptospira sp dengan metode PCR.

Survei di Desa Tobat berhasil mengumpulkan tikus sebanyak 25 ekor terdiri dari 17 ekor tikus jantan dan 8 ekor tikus betina, serta 18 ekor curut. Survei di Desa Gembong berhasil mengumpulkan tikus sebanyak 17 ekor. Diambil serum, urin dan ginjal tikus untuk dilakukan pemeriksaan PCR. Sampel lingkungan air buangan / selokan sebanyak 2 sampel