HASIL KONSULTASI TEKNIS KOMITE AKREDITASI NASIONAL JAKARTA, 24 MEI 2018

  1. Pendahuluan

Laboratorium BBTKLPP Jakarta merupakan salah satu laboratorium milik Kementerian Kesehatan yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025 sebagai Laboratorium Pengujjan dan Laboratorium Kalibrasi. Status akreditasi akan berakhir pada Juli 2018 untuk Laboratorium Kalibrasi dan Oktober 2018 untuk Laboratorium Pengujian. Asesmen ulang telah dilakukan pada Desember 2017 sebagai salah satu prasyaratan memperpanjang/ mempertahankan status akreditasi tersebut. Seluruh ketidaksesuaian dalam asesmen ulang tersebut telah diverifikasi dan ditindak lanjuti serta telah dapat diterima oleh Tim Asesor. Hasil asesmen ulang dan perbaikan verifikasi tindak lanjut ketidaksesuaian tersebut dibahas oleh Tim Asesor beserta KAN dalam Pertemuan PANTEK. Tahap finalisasinya dengan dilakukan pertemuan Konsil KAN pada tanggal 23 Mei 2018. Pertemuan Konsil beranggotakan perwakilan dari BSN,, LIPI, BPPT, Kementerian LHK, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Organisasi profesi (PPI; APAMDKI;dll), Universitas.

 

 

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Nama Kegiatan                : Konsultasi Teknis KAN terkait Akreditasi Laboratorium

Tanggal                            : 24 Mei 2018

Tempat pelaksanaan       : Sekretariat Komite Akreditasi Nasional

Peserta                             : Ninik Sulistiani, SKM, M.Kes

Kurniawan Yulianto, SKM

Herry Prasetyo, S.Si

 

 

  • Agenda Kegiatan

Konsultasi teknis akreditasi ke Komite Akreditasi Nasional

Kegiatan yang dilaksanakan:

  • Sharing Informasi dengan Ibu Yeyen (Pengelola Lab Pengujian)
  • Diskusi dengan Bapak Donny (Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN)

 

 

 

  1. Hasil Kegiatan

Bersama ini dilaporkan hasil konsultasi teknis KAN:

  • Hasil pertemuan Konsil menyimpulkan bahwa dipandang perlu dilakukan observasi lapangan pada Laboratorium Pengujian (khususnya pengujian air dan udara serta personil laboratorium yang terkait) BBTKLPP Jakarta atas seluruh verifikasi tindak lanjut yang telah dilakukan sebagai bentuk pemastian dan memberikan penilaian yang adekuat dalam mempertahankan status akreditasinya untuk periode yang ketiga kalinya.

 

  • Observasi lapangan dilakukan sesegera mungkin pada bulan Juni 2018 (sebelum Lebaran) dengan tim asesor yang berbeda, mengingat batas waktu sertifikat Juli 2018 dan rencana perpindahan laboratorium BBTKLPP Jakarta. Observasi lapangan ini lebih difokuskan pada pengujian air dan pengujian udara dan terkait kompetensi tenaga teknis laboratorium (pemegang parameter).

 

  • Hasil Rapat Konsil tanggal 23 Mei 2018 menyimpulkan bahwa kompetensi personil tenaga teknis laboratorium BBTKLPP Jakarta sangat perlu diperhatian. Terutama bila terdapat personil baru atau akibat tingkat rotasi/penempatan personil yang tinggi serta komitmen manajemen.

 

  • Terkait perpindahan laboratorium BBTKLPP Jakarta ke gedung Bambu Apus. BBTKLPP Jakarta wajib untuk memberikan pelaporan perpindahan domisili tersebut kepada KAN. Bila diperlukan maka dapat dilakukan surveilans tdk terjadwal untuk mengevaluasi fasilitas dan akomodasi lingkungan yang baru.

 

  • Laboratorium BBTKLPP belum memberikan lembar konfirmasi kebersediaan dalam proses transisi ISO/IEC 17025:2017. Lembar konfirmasi tersebut sebagai dokumen wajib bagi laboratorium terakreditasi di Indonesia dan sebagai bentuk komitmen KAN sebagai anggota ILAC yang dituntut agar dilakukan penyesuaian di Indonesia (Maksimal harus dilaporkan Juli 2018)

 

  • Terkait wewenang dan tanggung jawab penandatangan Sertifikat Hasil Uji, Laboratorium dapat mengusulkan perubahan personilnya dan disertai CV dan form kompetensi dari masing-masing personil yang diusulkan. Bila dipandang perlu dan tidak cukup bukti, maka KAN melakukan surveilans tidak terjadwal yang dikhususkan untuk personil-personil tersebut. KAN memenuhi perubahan sesuai yang diusulkan bila memperoleh persetujuan dari tim asesor tersebut.

 

  • Terkait tiap-tiap pemegang parameter memberikan validasi/paraf pada SHU. Hal tersebut tidak diatur dalam ketentuan ISO 17025. Namun secara umum dan lazim, bahwa suatu SHU hanya di tandatangani oleh 1-2 personil yang memiliki wewenang memvalidasi. Adapun tiap pemegang parameter seyogyanya telah melakukan validasi dan kontrolnya pada lembar kendali atau log book. Sehingga tidak akan terjadi duplikasi bila dilakukan hal yang sama pada lembar SHU.

 

  • Lembar SHU seyogyanya merupakan dokumen final, bila dimungkinkan pada salinannya dapat diberikan paraf pelaksana pengujian. Sehingga dokumen yang keluar tidak terkesan kurang rapi dan resik dan juga mencerminkan tidak adekuatnya penandatangan SHU dalam memvalidasi hasil uji serta menunjukan tahapan yang tidak ringkas

 

  • Pemerintah Indonesia saat ini sangat memperhatikan tenggat waktu pelayanan publik dan melakukan peringkasan waktu serta tahapan yang ada sehingga lebih cepat dan ringkas dalam rangka menghindari duplikasi tahapan.

 

 

  1. Kesimpulan

 

  • Direncanakan Obervasi Lapangan sesegera mungkin di Bulan Juni oleh Tim Asesor yang berbeda untuk memastikan pengujian air dan udara serta kompetensi personil di Laboratorium Pengujian BBTKLPP Jakarta.
  • Terkait perpindahan domisili/alamat Laboratorium BBTKLPP Jakarta, Laboratorium wajib mengirimkan laporan perpindahan domisili kepada KAN.
  • Laboratorium BBTKLPP Jakarta belum memberikan form konfirmasi kebersediaan transisi ISO 17025:2017 kepada KAN sebagai dokumen bagi tiap-tiap laboratorium terakreditasi.
  • Laboratorium dapat mengusulkan perubahan personil penandatangan SHU dengan melampirkan CV serta form kompetensinya, KAN akan memutuskan dan dapat melakukan survei tidak terjadwal terkait kompetensi personil tersebut.

Demikian laporan hasil pelaksanaan konsultasi teknis ke KAN. Mohon arahan dari Ka Balai

Jakarta, 25 Mei 2018

Pelaksana

 

Ninik Sulistiani, SKM, M.Kes

Kurniawan Yulianto, SKM

Herry Prasetyo, S.Si