FASILITATOR PADA KEJUARAAN MIKROSKOPIS MALARIA TINGKAT NASIONAL DALAM RANGKA HARI MALARIA SEDUNIA TAHUN 2018

Jakarta, 2-6 April 2018

A. PENDAHULUAN

  1. Umum

Eliminasi malaria adalah upaya untuk membebaskan masyarakat dari malaria. Sesuai dengan kesepakatan global pada sidang WHA ke 60 di Geneva tanggal 25 April 2007 dan kesepakatan regional  Asia Pacific Malaria Malaria Elimination Network (APMEN)  tahun 2014  eliminasi  malaria selambat-lambatnya dicapai pada tahun 2030.

Untuk mencapai eliminasi malaria, pemerintah telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 293/Menkes/SK/IV/2009 tanggal 28 April 2009 tentang Eliminasi  Malaria di Indonesia dengan lampiran Pedoman Eliminasi Malaria di Indonesia sebagai acuan pelaksanaannya. Dalam pedoman tersebut ditetapkan  langkah-langkah kegiatan dan  target-target sasaran eliminasi yang harus dicapai secara bertahap mulai dari tahun 2010 sampai seluruh wilayah Indonesia bebas malaria selambat-lambatnya tahun 2030.

Salah satu Kebijakan Program Pengendalian Malaria untuk mencapai tujuan eliminasi malaria di Indonesia adalah semua penderita malaria klinis yang ditemukan dan dilakukan pencarian oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) harus dilakukan diagnosis atau konfirmasi secara mikroskopis.  Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki kemampuan pemeriksaan mikroskopis  dilakukan  dengan diagnosis cepat (Rapid  Diagnostic  Test/RDT), sehingga tidak ada lagi pengobatan penderita malaria tanpa  konfirmasi laboratorium untuk mencegah terjadinya resistensi obat malaria.

Persentase suspek malaria yang dilakukan konfirmasi laboratorium baik menggunakan mikroskop maupun  Rapid Diagnostik Test  (RDT) dari semua suspek yang ditemukan. Suspek yang ditemukan pada tahun 2016 yaitu sebesar 1.520.179 dan jumlah sediaan darah yang diperiksa sebesar 1.457.858 sehingga persentase pemeriksaan sediaan darah sebesar 96%. Target persentase pemeriksaan sediaan darah yang diharapkan adalah di atas 95  %. Dari tahun 2010  –  2016  pemeriksaan sediaan darah (konfirmasi laboratorium) terhadap suspek  malaria terus meningkat yaitu pada tahun 2010 sebesar 81% sedangkan pada tahun 2016 meningkat menjadi 96%.

Kualitas pelayanan  laboratorium  malaria sangat diperlukan dalam menegakkan diagnosis dan sangat tergantung pada kompetensi dan kinerja petugas laboratorium di setiap jenjang fasilitas pelayanan kesehatan. Penguatan laboratorium pemeriksaan malaria yang berkualitas  dilakukan  melalui pengembangan jejaring dan pemantapan mutu laboratorium pemeriksa malaria mulai dari tingkat pelayanan seperti laboratorium Puskesmas, Rumah Sakit serta laboratorium kesehatan swasta sampai ke  laboratorium  rujukan uji silang  di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat.

Pelayanan pemeriksaan laboratorium mikroskopik malaria yang berkualitas sangat tergantung kompetensi petugas laboratorium. Uji silang dilaksanakan sebagai salah satu cara pemantapan mutu eksternal untuk pemeriksaan mikroskopis malaria. Uji silang adalah kegiatan pemeriksaan ulang terhadap sediaan darah malaria yang dilakukan oleh laboratorium rujukan uji silang jenjang di atasnya untuk menilai ketepatan hasil pemeriksaan mikroskopis

malaria dan menilai kinerja laboratorium.

Sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi petugas laboratorium di tingkat pelayanan, diselenggarakan workshop dengan melakukan sebuah pengujian kompetensi untuk para petugas laboratorium yang berasal dari seluruh Indonesia.  Pemilihan calon peserta melibatkan organisasi profesi yang akan melakukan penyaringan calon peserta mulai dari tingkat pelayanan sampai di tingkat provinsi.

 

  1. Tujuan
  2. a. Umum

Memperingati hari malaria sedunia  serta  menumbuh kembangkan semangat dan  meningkatan kompetensi para tenaga mikroskopis malaria di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia bebas malaria.

  1. b. Khusus
  2. Meningkatkan minat dan semangat sebagai tenaga mikroskopis malaria
  3. Meningkatkan kompetensi petugas uji mikroskopis malaria di Indonesia
  4. Meningkatkan kualitas pelayanan pemeriksaan mikroskopis malaria
  5. Ruang lingkup
  6. Peserta kejuaraan merupakan mikroskopis malaria yang bekerja di di fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas/Rumah Sakit/Klinik) pemerintah atau swasta yang diusulkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi berdasrkan rekomendasi organisasi profesi (PATELKI).
  7. Juri pada kegiatan kejuaraan mikroskopis malaria ini terdiri dari :
  • Departemen Parasitologi FKUI
  • DPP PATELKI
  • LSP PATELKI
  • Lembaga Eijkman
  1. Fasilitator pada kegiatan kejuaraan mikroskopis malaria ini terdiri dari :
  • BALITBANGKES Kemenkes RI
  • BBLK Jakarta
  • BBTKLPP Jakarta
  • Labkesda DKI Jakarta
  • BLK Propinsi Papua
  • PATELKI
  • Propinsi Maluku Utara (Juara Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2017)
  1. Panitia
  • Subdit Malaria (Administrasi, Keuangan, Logistik)
  • Direktorat Mutu dan Akreditasi
  1. Kegiatan Kejuaraan Mikroskopis Malaria diikuti oleh 34 orang mikroskopis yang merupakan perwakilan dari setiap propinsi di Indonesia. Pada kejuaraan ini peserta dinilai dari beberapa uji, yaitu :
  • Test tulis
  • Test lisan/wawancara
  • Test praktikum pembuatan dan pewarnaan sediaan darah malaria
  • Test identifikasi dan hitung parasit
  • Karya tulis
  1. Dasar
  2. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.
  3. Keputusan Menteri Kesehatan No. 293/MENKES/SK/IV/2009 tentang Eliminasi Malaria.

 

B. KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

  1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 2-6 April 2018 di Hotel Ibis Senen. Kegiatan Praktikum pembuatan dan pewarnaan sediaan darah malaria dilakukan di Labkesda DKI Jakarta dan BBLK Jakarta.

    

  1. Rincian Kegiatan
  2. Senin, 2 April 2018

Registrasi peserta, pengumpulan karya tulis peserta.

  1. Selasa, 3 April 2018

Pembukaan kegiatan Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2018 oleh Sekretaris Direktoral Jenderal P2P. Pada acara pembukaan dilakukan penyerahan piala bergilir Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria dari juara tahun 2017 kepada Dirjen P2P yang diwakili oleh Sekretaris Dirjen P2P.

Agenda setelah pembukaan kegiatan yaitu tes tulis. Peserta melakukan tes tulis yang terdiri dari 25 soal pilihan ganda dan 10 soal pernyataan benar dan salah.

Setelah selesai tes tulis, peserta dibagi 3 kelompok untuk tes wawancara, Masing-masing peserta diuji oleh satu/dua orang juri dan satu orang fasilitator. Tes lisan tersebut dilakukan penilaiaan oleh :

  • Kelas A : Ketua DPP PATELKI, Dept. Parasitologi FKUI dan Labkesda DKI Jakarta
  • Kelas B : Lembaga Eijkman dan BLK Provinsi Jayapura
  • Kelas C : Dept. Parasitologi FKUI dan LSP PATELKI

Fasilitator lainya (BBLK Jakarta, BBTKLPP Jakarta dan Provinsi Maluku Utara) melakukan koreksi hasil tes tulis peserta dan meenyiapkan karya tulis untuk dinilai oleh tim juri.

  1. Rabu, 4 April 2018

Peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk test praktek pembuatan dan pewarnaan sediaan darah malaria di Labkesda DKI Jakarta dan BBLK Jakarta.

Pada test praktikum ini peserta akan melakukan pembuatan dan pewarnaan sediaan darah malaria dan akan dinilai pengerjaannya oleh tim juri dan fasilitator mulai dari pra Analisis, Analisis dan post Analisis.

 

  1. Kamis, 5 April 2018

Kegiatan hari ke-4 kegiatan Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2018 adalah test identifikasi dan hitung parasite. Peserta dibagi menjadi tiga kelas, masing-masing kelas terdiri dari 11-12 orang peserta. Masing-masing peserta akan membaca 40 sediaan darah malaria yang terdiri dari 30 sediaan untuk identifikasi dan 10 sediaan untuk hitung parasit.

Setelah selesai test identifikasi dan hitung parasite, tim juri dan fasilitator mengadakan rapat hasil akhir dan kompilasi nilai peserta Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2018 untuk menentukan juara pada kegiatan tersebut.

Acara dilanjutkan penutupan kegiatan dan pengumuman hasil pada Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2018 oleh Kasubdit Filaria dan Kecacingan.

  1. Jumat, 6 April 2018

Acara selesai, peserta kembali ke tempat masing-masing.

 

C. KESIMPULAN

Kegiatan Kejuaraan Nasional Mikroskopis Malaria Tahun 2018 merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Malaria Sedunia 2018. Setelah melalui serangkaian test pada kegiatan tersebut ditetapkanlah tiga perwakilan propinsi yang mendapatkan nilai terbaik dan satu juara karya tulis terbaik. Para perwakilan tersebut adalah :

  1. Propinsi Lampung
  2. Propinsi D.I. Yogyakarta
  3. Propinsi DKI Jakarta
  4. Propinsi Papua sebagai kaarya tulis terbaik

 

E. RENCANA TINDAK LANJUT

  1. Piala bergilir Kejuaraan Nasional Mikorskopis Malaria kepada juara satu akan diserahkan pada acara puncak peringatan HMS 2018 yang akan dilaksanakan tanggal 25 April 2018 di Pandeglang Propinsi Banten Kementerian Kesehatan RI.